Segi-segi kemukjizatan Al-Qur’an

1. Gaya Bahasa      

Gaya bahasa Al-Qur’an membuat orang Arab pada saat itu kagum dan terpesona. Kehalusan ungkapan bahasanya membuat banyak diantara mereka masuk islam. Bahkan, Umar bin Abu Thalib pun yang mulanya dikenal sebagai seorang yang paling memusuhi Nabi Muhammad SAW dan bahkan berusaha untuk membunuhnya, memutuskan untuk masuk islam dan beriman pada kerasulan Muhammad hanya karena membaca petikan ayat-ayat Al-Qur’an. Susunan Al-Qur’an tidak dapat disamakan oleh karya sebaik apapun.

2. Susunan Kalimat

Kendati pun Al-Qur’an, hadis qudsi, dan hadis nabawi sama-sama keluar dari mulut nabi, tetapi uslub atau susunan bahasanya sangat jauh berbeda. Uslub bahasa Al-Qur’an jauh lebih tinggi kualitasnya bila di bandingkan dengan lainnya. Al-Qur’an muncul dengan uslub yang begitu indah.di dalam uslub tersebut terkandung nilai-nilai istimewa yang tidak akan pernah ada ucapan manusia.

Dalam Al-Qur’an, misalnya banyak ayat yang mengandung tasybih yang disusun kedalam bentuk yang sangat indah lagi mempesona, jauh lebih indah dari apa yang dibuat oleh para penyair atau sastrawan. Dapat dilihat dari satu contoh dalam surat Al-Qariah ayat 5, Allah berfirman :

Artinya : “Dan gunung-gunung seperti bulu yang di hambur-hamburkan”

3. Hukum Illahi yang sempurna     

           Al-Qur’an menjelaskan pokok-pokok akidah, norma-norma keutamaan, sopan santun, undang-undang ekonomi, politik, social dan kemasyarakatan,serta hokum-hukum ibadah. Apabila memperhatikan pokok-pokok ibadah, kita akan memperoleh kenyataan bahwa islam telah memperluasnya dan menganekaragamkan serta meramunya menjadi ibadah amaliyah, seperti zakat dan sedekah. Ada juga berupa ibadah amaliyah sekaligus ibadah badaniyah, seperti berjuang di jalan Allah.

Al-Qur’an menggunakan dua cara tatkala menetapkan sebuah ketentuan hokum, yakni :

a. Secara global

    Persoalan ibadah umumnya diterangkan secara global, sedangkan perinciannya diserahkan kepada ulama melalui ijtihad.

b. Secara terperinci

     Hukum yang dijelaskan secara terperinci adalah yang berkaitan dengan utang piutang, makanan yang halal dan yang haram, memelihara
     kehormatan wanita, dan masalah perkawinan.

4. Ketelitian Redaksinya

    Ketelitian redaksi bergantung pada hal berikut :

a. keseimbangan antara jumlah bilangan kata dan antonimnya, beberapa contoh diantaranya :

   1. Al-Hayah {hidup} dan Al-Maut {mati}, masing-masing serbanyak 145 kali

   2. An-Naf {manfaat} dan Al-Madharah {mudarat}, masing-masing sebanyak 50 kali

   3. Al-Har {panas} dan Al-Bard {dingin} sebanyak 4 kali

   4. As-Shalihat{kebajikan}danAs-Syyiat {keburukan} sebanyak masing-masing 167 kali

   5. Ath-thuma’ninah {kelapangan/ketenangan} dan Adh-dhiq {kesempitan/kekesalan} sebanyak masing-msing 13 kali

b.   Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya atau makna yang dikandungnya

  1. Al-harts dan Az-zira’ah {membajak/bertani}masing-masing 14 kali

  2. Al-‘ushb dan Adh-dhurur {membanggakan diri/angkuh} masing-masing 27 kali

  3. Adh-dhaulun dan Al-mawta {orang sesat/mati jiwanya} masing-masing 17 kali

c.   Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjukan akibatnya

  1. Al-infaq {infaq} dengan Ar-ridha {kerelaan}masing-masing 73 kali

  2. Al-bukhl {kekikiran} dengan Al-hasarah {penyesalan} masing-masing 12 kali

  3. Al-kafirun {orang-orang kafir} dengan An-nar/Al-ihraq {neraka/pembakaran} masing-masing 154 kali

d. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya

  1. Al-israf {pemborosan} dengan As-sur’ah {ketergesaan} masing-masing 23 kali

  2. Al-maw’izhah {nasihat/petuah} dengan Al-lisan {lidah} masing-masing 25 kali

  3. Al-asra {tawanan} dengan Al-harb {perang} masing-masing 6 kali

e.   Di samping keseimbangan-keseimbangan tersebut, di temukan juga keseimbangan khusus

1. Kata yawm {hari} dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun, sedangkan kata hari dalam bentuk plural {ayyam} atau dua {yawmayni}, berjumlah tiga puluh, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Disisi lain, kata yang berarti bulan {syahr} hanya terdapat dua belas kali sama dengan jumlah bulan dalam setahun.

2. Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit itu ada tujuh macam. Penjelasan ini diulangi sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam surat Al-Baqarah ayat 29, surat Al-Isra ayat 44, surat Al-Mu’minun ayat 86, surat Fushilat ayat 12, surat Ath-thalaq 12, surat Al- Mulk ayat 3, surat Nuh ayat 15, selain itu, penjelasan tentang terciptanta langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat.

3. Kata-kata yang menunjukkan kepada utusan Tuhan, baik rasul atau nabi atau basyir {pembawa berita gembira} atau nadzir }pemberi peringatan}, kesemuanya berjumlah 5189 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut yakni 518.

5. Berita tentang hal-hal yang gaib

         Sebagaian ulama mengatakan bahwa sebagian mukjizat Al-Qur’an itu adalah berita-berita gaib. Firaun yang mengejar-ngejar Nabi Musa, diceritakan dalam surat Yunus ayat 92 :

Artinya ; “Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang dating sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”

Pada ayat itu ditegaskan bahwa badan firaun tersebut akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya. Tidak seorang pun mengetahui hal tersebut karena telah terjadi sekitar 1.200 tahun SM. Pada awal abad ke-19 tepatnya.

6. Isyarat-isyarat ilmiah

Banyak sekali isyarat ilmiah yang di temukan dalam Al-Qur’an, misalnya :

a. Cahaya matahari bersumber dari dirinya dan cahaya bulan merupakan pantulan. Sebagaiman yang dijelaskan dalam firman Allah surat Yunus ayat 5

Artinya : “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkannya manzilah-manzilah {tempat-tempat} bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan {waktu}. Allah tidak menciptakan yang demikian itu, melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda {kebesaran-Nya} kepada orang-orang yang mengetahui}”

b. Kurangnya oksigen pada ketinggian dapat menyesakkan napas.Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 25

c. Perbedaan sidik jari manusia. Al-Qur’an surat Al-Qiyamah ayat 4

d. Aroma atau bau manusia berbeda-beda. Al-Qur’an surat Yusuf ayat 94

e. Masa penyusunan yang tepat dan masa kehamilan minimal, Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233

f. Adanya nurani {superego} dan bawah sadar manusia. Al-Qur’an surat Al-Qiyamah ayat 14

g. Yang merasakan nyeri adalah kulit. Al-Qur’an surat An-nisa ayat 56: Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka kedalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana”

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s